Kamis, 13 Juli 2017

Pandangan Hidup




1.      Penjelasan tentang
-          Pandangan hidup
Merupakan pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
-          Cita-cita
Merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha
-          Kebajikan
Merupakan sesuatu perbuatan, tindakan, kesadaran dan tenggang rasa dari seseorang terhadap orang lain yang sama-sama hidup di dunia
-          Usaha dan perjuangan
Merupakan usaha dan kerja keras untuk meraih hal yang baik. Selain itu juga dapat dartikan sebagai kunci menuju kesusesan.

2.      Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik
-          Mengenal
Merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
-          Mengerti
Merupakan tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik. Mengerti dalam hal ini mengenai pandangan hidup itu sendiri.
-          Menghayati
Langkah setelah mengerti adalah menghayati pandangan hidup itu sendiri. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
-          Meyakini
Merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
-          Mengabdi
Merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
-          Mengamankan
Merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdi pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu atau menyalahkan sehingga perlu dijaga keamanannya.

Teori Subjektif dan Objektif





1.      Perbedaan teori subjektif dan objektif
·         Teori subjektif
Teori yang menyatakan bahwa adanya nilai keindahan hanya tanggapan perasaan orang yang melihat karya tersebut. Teori ini hanya berdasarkan naluri saja untuk menyatakan indah tanpa penjelasan tentang ciri-ciri keindahan dari benda yang dilihatnya.
·         Teori objektif
Teori yang menyatakan bahwa nilai keindahan ada pada karya yang dilihatnya. Teori ini melihat nilai keindahan dari komposisi dan unsur-unsur pembentuk karya yang dilihatnya, sehingga kita bisa memberikan penjelasan tentang ciri-ciri keindahan yang terkandung pada suatu karya seni.

2.      Tentang prosa dan puisi
·         Prosa
Merupakan suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat. Prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Prosa biasanya dibagi dalam empat jenis yaitu:
-          Prosa naratif
-          Prosa deskriptif
-          Prosa eksposis
-          Prosa argumentative

·         Puisi
Merupakan seni tertulis yang berasal dari bahasa Yunani Kuno. Dalam bentuk seni ini, seorang penyair menggunakan bahasa untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tetapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada dua jenis puisi yaitu puisi lama dan puisi baru.
a.       Puisi lama
Memiliki ciri-ciri puisi rakyat yang tidak diketahui pengarangnya, disampaikan lewat mulut ke mulut dan sangat terikat dengan aturan seperti jumlah baris tiap baitnya.
-          Mantra
-          Pantun
-          Karmina
-          Seloka
-          Gurindam
-          Syair
-          Talibun


b.      Puisi baru
Memiliki ciri-ciri bentuknya rapi dan simetris, mempunyai persajakan akhir yang teratur, tiap baris terdiri atas sebuah gatra dan tiap gatra terdiri atas dua kata.
-          Balada
-          Himne
-          Epigram
-          Romansa
-          Elige
-          Satire

3.      Tentang ekspresi dan intuisi
·         Ekspresi
Merupakan ungkapan perasaan pelaku seni. Perasaan yang dimaksud adalah perasaan khusus yang dapat membagun sikap serta nilai. Munculnya dipicu oleh interaksi pelaku seni dengan lingkungannya.
·         Intuisi
Merupakan istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku.

Jumat, 28 April 2017

Untukmu Almamaterku

Putra Putri bangsa kau cerdaskan
Berbagai kebodohan kau hapuskan
Tetesan ilmu kau berikan
Untuk mencetak penerus yang kau harapkan
Kau tempat menimba ilmu yang abadi
Menjaga martabatmu adalah janji suci
Sampai mati kan kujunjung tinggi
Almamaterku...
Kau menyatu dalam nadi

Gunadarma
Almamater tercinta
Darimu kudapatkan ilmu yang berguna
Membangun bangsa dan negara
Tujuan utama seorang mahasiswa
Hidup mahasiswa...
Hidup Gunadarma...
Hidup bangsa Indonesia...

Nilai Budaya C.Kluckhonh


Orientasi nilai budaya
            Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai. Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara Universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.      Hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik, “mengisi hidup”

2.      Hakekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

3.      Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.

4.      Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.

5.      Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualistis ( menilai tinggi kekuatan sendiri ).