Jumat, 30 September 2016

Masalah masalah sosial masyarakat



   Didalam kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai akan adanya sebuah masalah. “Masalah” adalah sebuah kata yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan. Dalam kehidupan sehari hari kita tidak akan pernah luput akan adanya masalah, diantaranya adalah sebagai berikut :

Masalah kependudukan
     Penduduk secara umum adalah sekumpulan manusia yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu. Dalam bidang ilmu sosiologi sendiri arti penduduk merupakan kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruangan tertentu. Jadi masalah kependudukan dapat diartikan sebagai persoalan yang menyangkut sekumpulan manusia/ masyarakat dalam ruang lingkup yang luas.
Masalah tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik di negara maju maupun negara Indonesia yang sedang berkembang saat ini. Masalah kependudukan terjadi karena perkembangan penduduk yang tidak seimbang. Masalah-masalah yang dihadapi masyarakat tidaklah sama, hal ini disebabkan perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam dimana masyarakat itu hidup. Masalah-masalah tersebut dapat berupa masalah sosial, moral, politik, ekonomi, agama dll.

Masalah Individu, Keluarga dan Masyarakat 
     Kata individu dalam bahasa latin adalah individuum yang artinya Tidak berbagi. Jadi pengertian individu dalam ilmu sosial adalah bagian terkecil dari suatu kelompok yang tidak berbagi/ berdiri sendiri.
Walaupun secara umum individu manusia memiliki perangkat fisik yang sama dengan yang lainnya, tetapi kalau diperhatikan secara seksama maka akan terdapat suatu perbedaan. Diantaranya terletak pada bentuk, ukuran, serta sifatnya. Faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan tersebut antara lain faktor bawaan atau sejak lahir dan faktor lingkungan. 
Faktor bawaan dapat berupa perbedaan bentuk tubuh seperti tinggi atau pun pendek ukuran tubuh manusia, Raut wajah manusia yang pastinya seorang individu pastiakan mempunyai kemiripan dengan orang tuanya. Sedangkan faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang yang sering kita sebut dengan kepribadian. Kepribadian seseorang berbeda beda, sebagai contoh ada seseorang yang aktif dalam bermasyarakat dan ada juga seseorang yang kurang aktif dalam bermasyarakat.  
Jadi masalah individu dapat diartikan sebagai suatu persoalan yang didapatkan oleh seseorang manusia yang hanya seseorang tersebut yang tahu penyebabnya dan penyelesaiannya. Dengan adanya masalah tersebut diharapkan seorang individu dapat lebih cermat dan cepat dalam mengatasi suatu masalah yang terjadi padanya. 

     Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang terikat dengan adanya hubungan perkawinan atau darah. Keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak biasanya di sebut dengan keluarga inti. Keluarga ini memiliki fungsi dimana individu-individu itu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya, serta keamanan dalam hidupnya. Namun keluarga tidak hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak akan tetapi orang yang hidup serumah bisa saja di sebut keluarga dengan ada atau tidak nya hubungan darah.
Masalah keluarga adalah masalah yang timbul dalam ruang lingkup keluarga itu saja, yang biasa nya terjadi karena faktor intern atau pun faktor ekstern dari keluarga tersebut. Dalam masalah keluarga biasanya akan diselesaikan didalam keluarga itu sendiri bukan dengan atas bantuan keluarga lain. 
Kata masyarakat /society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. kata society mengandung makna bahwa setia panggotanya mempunyai perhatiandan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Masalah masyarakat adalah masalah yang terjadi dalam ruang lingkup sekumpulan individu atau pun sekumpulan keluarga yang dengan menyelesaikan masalah tersebut untuk terwujudnya suatu tujuan bersama.

Masalah hubungan Warga negara dan negara 
     Warga Negara adalah orang yang terkait dengan sistem hukum Negara dan mendapat perlindungan Negara.Warga Negara secara umum ada Anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya.Warga negara adalah orang yg tinggal di dalam sebuah negara dan mengakui semua peraturan yg terkandung di dalam negara tersebut.Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah : Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga Negara.Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah
1.      setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI.
2.      anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI.
3.      anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara       asing (WNA), atau sebaliknya.
4.  anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
5.      anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI.
6.      anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI.
7.      anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin.
8.  anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9.     anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah megara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui

     Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok manusia yang mendiami suatu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan kelompok tersebut. Negara juga diartikan sebagai suatu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakatnya demi ketertiban sosial.
Negara merupakan alat masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam masyarakat. Negara dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan.
Tugas utama Negara yaitu :
1.      Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lain.
2.    Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.

Suatu Negara akan maju atau terbelakang tergantung dari Warga Negaranya karena Negara adalah sekelompok orang yang telah lama mendiami suatu tempat tertentu, jadi dalam suatu Negara Hukum harus bersikap tegas karena tanpa adanya ketegasan Hukum terhadap Warga Negara maka Warga Negara tidak akan pernah sadar bahwa hidup mereka tergantung pada Negara, bila suatu Negara maju maka Warga Negaranya akan aman, tenteram dan sejahtera begitu juga sebaliknya. 

Masalah Pelapisan Sosia
      Pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran tertentu. Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat keseluruhan . Di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada .
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Wujudnya bisa dilihat dalam lapisan-lapisan masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial itu .
     Pelapisan sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise. Pelapisan sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur. Dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara berkasta. 

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Ukuran yang dominan dalam pembentukan pelapisan sosial pada masyarakat adalah sebagai berikut:
  1. Ukuran kekayaan Kekayaan. (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat dari tempat tinggal atau barang-barang tersier yang dimilikinya.
  2. Ukuran kekuasaan dan wewenang. Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai atau disegani orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan. 
  1. Ukuran kehormatan. Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya.
  1. Ukuran ilmu pengetahuan. Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif (terbatas), tetapi masih ada ukuran-ukuran lain yang dapat dipergunakan. Akan tetapi, ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
Masalah Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Perkotaan
Masyarakat pedesaan kehidupaannya tidak sama bersama warga perkotaan. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari adanya perbedaan yg mendasar dari keadaan lingkunganya, yg mengakibatkan adanya resiko pada personalitas serta segi-segi kehidupan. Kesan terkenal warga perkotaan kepada warga pedesaan merupakan bodoh,lambat dalam berfikir serta bertindak, dan gampang “tertipu”, serta sebagainya. 

Disini hukum rimba juga berlaku diamana yg kuat beliau yg berkuasa serta yg lemah tentu dapat tertindas. tdk ada lagi yg namanya tepo seliro. terjadilah kesenjangan sosial yg menyebabkan ketidak seimbangan dalam kehidupan perkotaan. di mana orang cuma dapat memperdulikan dia sendiri & enggak memperdulikan orang lain lagi. waktu ini tinggal dari pemerintahan kota sendiri macam mana ingin menanganinya apakah kota tersebut ingin di jadikan kota komersial atau kota budaya atau kota industri. maka karakteristik kota tersebut ada. kota dianggap akan memenuhi keperluan seluruhnya orang sebab tidak serupa dgn desa.

Permasalahan Sosial Masyarakat Perkotaan
     Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial yakni satu buah ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau penduduk, yg membahayakan kehidupan group sosial. Kalau berlangsung bentrokan antara unsur-unsur yg ada sanggup memunculkan kesukaran jalinan sosial sebagaimana kegoyahan dalam kehidupan grup atau warga. 
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yg mencolok antara nilai dalam warga bersama realita yg ada. Yg bisa jadi sumber masalah sosial merupakan sama seperti proses sosial & bencana alam. Adanya masalah sosial dalam warga ditetapkan oleh dinas yg mempunyai kewenangan husus sama seperti tokoh penduduk, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah warga, & lain sebagainya. 
Masalah sosial akan dikategorikan jadi 4 (empat) type aspek, adalah antara lain : 

1.      Elemen Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll. 
2.      Elemen Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll. 
3.      Hal Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dan sebagainya. 
4.      Perihal Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dan seterusnya

Permasalahan Sosial Masyarakat Pedesaan
     Yg dimaksud dgn desa menurut Sutardjo Kartodikusuma menyampaikan yang merupakan berikut : Desa ialah satu buah kesatuan hukum di mana bertempat tinggal sebuah warga pemerintahan tersendiri 

Menurut Bintaro, desa ialah perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik serta kultur yg terdapat ditempat itu (satu buah daerah), dalam jalinan serta pengaruhnya dengan cara timbal balik dgn daerah lain. 

Sedang menurut Paul H. Landis : Desa merupakan pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Bersama ciri ciri yang merupakan berikut : 
1.      memiliki pergaulan hidup yg saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. 
2.      Ada interaksi perasaan yg sama mengenai ketertarikan pada adat 
3.      Trick berupaya(ekonomi)merupakan agraris yg paling umum yg amat dipengaruhi alam sebagaimana : iklim, keadaan alam ,ketajiran alam, sedangkan tugas yg bukan agraris yakni bersifat sambilan 

    Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya Rutinitas istiadat serta kepercayaan yg turun menurun dipelihara, serta ada sekian banyak opini yg ditinjau dari beraneka sudut bahwa, pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yg saling menyangkut satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yg sebenarnya desa tetap dianggap sbg standar & pemelihara system kehidupan bermasyarakat & kebudayaan original sebagaimana tolong meringankan, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, kebiasaan istiadat , kesenian kehidupan moral susila & lain-lain yg memiliki ciri yg terang. 

Masalah Pertentangan Sosial dan Integrasi 
     Pertentangan sosial merupakan suatu konflik yang biasanya timbul akibat faktor-faktor sosial, contohnya salah paham. Pertentangan sosial ini adalah salah satu akibat dari adanya perbedaan-perbedaan dari norma yang menyimpang di kehidupan masyarakat. Pertentangan sosial dapat terjadi di dalam kehidupan sehari-hari
Contoh “Anda sebagai pelajar yang selalu ingin berprestasi. Anda mencari kepuasan dalam belajar. Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik, tidak jarang Anda harus berhadapan dengan perbedaan pendapat, baik dengan guru di dalam kelas maupun dengan sesama teman di dalam sebuah diskusi. Sebagai bukti bahwa Anda tidak puas, Anda akan bertanya atau menyanggah pendapat yang dikemukakan oleh guru atau teman Anda dengan argumen-argumen yang Anda miliki. Untuk mencari kemufakatan dalam diskusi kelas tersebut, Anda ataupun teman Anda tidak perlu mengakhiri diskusi tersebut dengan perkelahian atau perusakan fasilitas sekolah. Guru akan menengahi perbedaan pendapat di antara Anda dan teman Anda sehingga kemufakatan terjadi dan dapat mengakhiri konflik tanpa ada kekerasan.”

     Jadi integrasi dalam masyarakat dapat dikatakan sebagai suatu keadaan dimana kelompok-kelompok etnik tertentu dapat beradaptasi dengan kebudayaan mayoritas di sekitar masyarakat khususnya di lingkungan yang mereka tempati namun tanpa menghilangkan kebudayaan mereka sendiri. Integrasi ini juga bisa sebagai pengendali atas konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem tertentu.
Contoh “masyarakat pendatang berkomunikasi dengan masyarakat setempat dalam acara syukuran, secara tidak langsung masyarakat pendatang berkomunikasi berdasarkan kebudayaan tertentu milik mereka untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi kebudayaan setempat tanpa menghilangkan kebudayaan setempat.”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar